Wisata Budaya dan Candi di Jogja Paling Hits dan Populer

Sebagai kota budaya, Jogja kaya akan wisata budaya. Nah berikut ini 3 wisata Jogja paling terkenal yang bisa anda jadikan tujuan saat berkunjung ke Yogyakarta

CANDI BOROBUDUR, TERKENAL HINGGA MANCANEGARA

Wisata ini memang terletak di Magelang, tapi ada pepatah jangan tinggalkan Jogja sebelum melihat Candi Borobudur. Merupakan salah satu candi terbesar di dunia dan merupakan warisan budaya dunia yang diakui oleh UNESCO. Candi Borobudur terletak di Kabupaten Magelang berjarak sekitar 40 km dari kota Yogyakarta. Kemegahan dari candi ini sudah tersohor hingga ke mancanegara. Pada musim liburan dan perayaan hari Raya Waisak candi ini selalu dipenuhi oleh wisatawan baik dari dalam maupun mancanegara.

Berdasarkan prasasti Kayumwungan yang bertanggal 26 Mei 824, Candi Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga antara abad ke-8 hingga abad ke-9, bersamaan dengan Mendut dan Pawon. Proses pembangunan berlangsung selama 75 tahun di bawah kepemimpinan arsitek Gunadarma. Di era tersebut belum ada peralatan canggih untuk merancang sebuah bangunan meski begitu, Gunadarma mampu menerapkan sistem interlock dalam pembangunan candi. Sebanyak 60.000 meter kubik batu andesit yang berjumlah 2.000.000 balok batu yang diusung dari Sungai Elo dan Progo dipahat dan dirangkai menjadi puzzle raksasa yang menutupi sebuah bukit kecil hingga terbentuk Candi Borobudur.Borobudur-Nothwest-view

Borobudur tidak hanya mempunyai nilai seni yang sangat tinggi, sebuah bukti dari karya agung yang peradaban manusia pada masa lalu yang juga sarat dengan nilai-nilai yang sarat filosofis. Mengusung konsep mandala yang melambangkan kosmologi alam semesta dalam ajaran Buddha, bangunan megah ini dibagi menjadi tiga tingkatan, yakni dunia hasrat atau nafsu (Kamadhatu), dunia bentuk (Rupadhatu), dan dunia tanpa bentuk (Arupadhatu). Jika dilihat dari ketinggian, Candi Borobudur laksana ceplok teratai di atas bukit. Dinding-dinding candi yang berada di tingkatan Kamadatu dan Rupadatu sebagai kelopak bunga, sedangkan deretan stupa yang melingkar di tingkat Arupadatu menjadi benang sarinya. Stupa Induk melambangkan Sang Buddha, sehingga secara utuh Borobudur menggambarkan Buddha yang sedang duduk di atas kelopak bunga teratai.

CANDI PRAMBANAN DENGAN LEGENDA RORO JONGGRANG

Candi Prambanan merupakan salah satu tempat wisata yang ramai dikunjungi wisatawan setiap tahunnya .Candi Hindu bersejarah yang dibangun di abad ke-10 pada masa pemerintahan dua raja, Rakai Pikatan dan Rakai Balitung. Prambanan merupakan Candi Hindu terbesar di Jawa memiliki ketinggian 47 meter (5 meter lebih tinggi dari Candi Borobudur, berdirinya candi ini telah memenuhi keinginan pembuatnya, menunjukkan kejayaan Hindu di tanah Jawa. Prambanan terletak 17 kilometer dari pusat kota Yogyakarta, di tengah area yang kini dibangun taman indah.

Salah satu cerita legenda yang selalu diceritakan masyarakat Jawa tentang candi ini. Legenda tersebut bercerita tentang lelaki bernama Bandung Bondowoso mencintai Roro Jonggrang. Karena tak mencintai, Jonggrang meminta Bondowoso membuat candi dengan 1000 arca dalam semalam. Permintaan itu hampir terpenuhi sebelum Jonggrang meminta warga desa menumbuk padi dan membuat api besar agar terbentuk suasana seperti pagi hari. Bondowoso yang baru dapat membuat 999 arca kemudian mengutuk Jonggrang menjadi arca yang ke-1000 karenamerasa dicurangi.

 

prambanan1

Candi Prambanan mempunyai 3 candi utama di halaman utama, yaitu Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa. Ketiga candi tersebut adalah lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu. Bangunan ketiga candi tersebut menghadap ke timur. Setiap candi utama memiliki satu candi pendamping yang menghadap ke barat, yaitu Nandini untuk Siwa, Angsa untuk Brahma, dan Garuda untuk Wisnu. Selain itu, masih terdapat 2 candi apit, 4 candi kelir, dan 4 candi sudut. Sementara, halaman kedua memiliki 224 candi.

Karena candi ini merupakan candi unggulan di Jogja, merupakan salah satu paket wisata yang kami sediakan untuk anda

CANDI RATU BOKO dan KEINDAHAN PEMANDANGANNYA

Istana Ratu Boko yang terletak di atas perbukitan adalah sebuah bangunan megah yang dibangun pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran, salah satu keturunan Wangsa Syailendra. Istana ini pada awalnya bernama Abhayagiri Vihara (berarti biara di bukit yang penuh kedamaian) ini didirikan untuk tempat menyepi dan memfokuskan diri pada kehidupan spiritual. Berada di istana ini, anda bisa merasakan kedamaian sekaligus melihat pemandangan kota Yogyakarta dan Candi Prambanan dengan latar Gunung Merapi. Pada saat pagi atau sore pemandangan disini sangat exotis dengan sunset dan sunrisenya.
Istana yang terletak di ketinggian 196 meter di atas permukaan laut. Areal istana seluas 250.000 m2 terbagi menjadi empat, yaitu tengah, barat, tenggara, dan timur. Bagian tengah terdiri dari bangunan gapura utama, lapangan, Candi Pembakaran, kolam, batu berumpak, dan Paseban. Sementara, bagian tenggara meliputi Pendopo, Balai-Balai, 3 candi, kolam, dan kompleks Keputren. Kompleks gua, Stupa Budha, dan kolam terdapat di bagian timur. Sedangkan bagian barat hanya terdiri atas perbukitan.

Ketika memasuki Istana ini dari pintu gerbang istana, kita akan langsung menuju ke bagian tengah. Dua buah gapura tinggi akan menyambut anda. Gapura pertama memiliki 3 pintu sementara gapura kedua memiliki 5 pintu. Bila anda cermat, pada gapura pertama akan ditemukan tulisan ‘Panabwara’. Kata itu, berdasarkan prasasti Wanua Tengah III, dituliskan oleh Rakai Panabwara, (keturunan Rakai Panangkaran) yang mengambil alih istana. Tujuan penulisan namanya adalah untuk melegitimasi kekuasaan, memberi ‘kekuatan’ sehingga lebih agung dan memberi tanda bahwa bangunan itu adalah bangunan utama.

203843_candi-ratu-boko_663_382

Kurang lebih 45 meter dari gapura kedua, kita akan menjumpai bangungan candi yang berbahan dasar batu putih sehingga biasa disebut Candi Batu Putih. Tidak jauh dari situ, akan ditemukan pula Candi Pembakaran. Candi itu berbentuk bujur sangkar (26 meter x 26 meter) dan memiliki 2 teras. Sesuai namanya, candi itu digunakan untuk pembakaran jenasah. Selain kedua candi itu, sebuah batu berumpak dan kolam akan ditemui kemudian bila anda berjalan kurang lebih 10 meter dari Candi Pembakaran.

 

KRATON YOGYAKARTA, KIBLAT BUDAYA JOGJA

Kraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat atau yang sekarang lebih dikenal dengan nama Kraton Yogyakarta adalah pusat dari museum hidup kebudayaan Jawa yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Bukan hanya menjadi tempat tinggal raja dan keluarganya semata, Kraton juga menjadi kiblat perkembangan budaya Jawa, sekaligus penjaga nyala kebudayaan tersebut. Di tempat ini wisatawan akan dapat belajar serta melihat secara langsung bagaimana budaya Jawa terus hidup serta dilestarikan. Kraton Yogyakarta dibangun oleh Pangeran Mangkubumi pada tahun 1755, beberapa bulan setelah penandatanganan Perjanjian Giyanti. Dipilihnya Hutan Beringin sebagai tempat berdirinya kraton dikarenakan tanah tersebut diapit dua sungai sehingga dianggap baik dan terlindung dari kemungkinan banjir. Meski sudah berusia ratusan tahun dan sempat rusak akibat gempa besar pada tahun 1867, bangunan Kraton Yogyakarta tetap berdiri dengan kokoh dan terawat dengan baik.

Berkunjung ke Kraton Yogyakarta akan memberikan pengalaman yang berharga sekaligus mengesankan. Kraton yang menjadi pusat dari garis imajiner yang menghubungakn Pantai Parangtritis dan Gunung Merapi ini memiliki 2 loket masuk, yang pertama di Tepas Keprajuritan (depan Alun-alun Utara) dan di Tepas Pariwisata (Regol Keben). Jika masuk dari Tepas Keprajuritan maka wisatawan hanya bisa memasuki Bangsal Pagelaran dan Siti Hinggil serta melihat koleksi beberapa kereta kraton sedangkan jika masuk dari Tepas Pariwisata maka Anda bisa memasuki Kompleks Sri Manganti dan Kedhaton di mana terdapat Bangsal Kencono yang menjadi balairung utama kerajaan. Jarak antara pintu loket pertama dan kedua tidaklah jauh, wisatawan cukup menyusuri Jalan Rotowijayan dengan jalan kaki atau naik becak.

Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat is the primary kraton of the Yogyakarta Sultanate. The sultan and the royal court has its traditional seat there. The complex consists of a number of low-lying buildings such as audience halls, museums, and the residences of the sultan and the queen. (according to wiki). Yogyakarta Sultanate (Indonesian: Kesultanan Yogyakarta; Javanese: Kasultanan/Keraton Ngayogyakerto Hadiningrat) is a Javanese monarchy in the province of Yogyakarta, Indonesia. Here is more info on the Sultanate. Yogyakarta (English: /?j?gj?'k?rt?/ or /?jo?gj?'k?rt?/,[1] Malay: [j?gja'karta]; also Jogja, Jogjakarta) is a city in the Yogyakarta Special Region, Indonesia. It is renowned as a centre of classical Javanese fine art and culture such as batik, ballet, drama, music, poetry, and puppet shows. Yogyakarta was the Indonesian capital during the Indonesian National Revolution from 1945 to 1949. More on Wiki. Java is the world's most densely populated island (population: 136 million). It is home to 60% of Indonesia's population. Much of Indonesian history took place on Java; it was the centre of powerful Hindu-Buddhist empires, Islamic sultanates, the core of the colonial Dutch East Indies, and was at the centre of Indonesia's campaign for independence. The island dominates Indonesian social, political and economic life. More information on wikipedia.

Ada banyak hal yang bisa disaksikan di Kraton Yogyakarta, mulai dari aktivitas abdi dalem yang sedang melakukan tugasnya atau melihat koleksi barang-barang Kraton. Koleksi yang disimpan dalam kotak kaca yang tersebar di berbagai ruangan tersebut mulai dari keramik dan barang pecah belah, senjata, foto, miniatur dan replika, hingga aneka jenis batik beserta deorama proses pembuatannya. Selain itu, wisatawan juga bisa menikmati pertunjukan seni dengan jadwal berbeda-beda setiap harinya. Pertunjukan tersebut mulai dari macapat, wayang golek, wayang kulit, dan tari-tarian. Untuk bisa menikmati pertunjukkan seni wisatawan tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan. Jika datang pada hari selasa wage, Anda bisa menyaksikan lomba jemparingan atau panahan gaya Mataraman di Kemandhungan Kidul. Jemparingan ini dilaksanakan dalam rangka tinggalan dalem Sri Sultan HB X. Keunikan dari jemparingan ini adalah setiap peserta wajib mengenakan busana tradisional Jawa dan memanah dengan posisi duduk.

TAMAN SARI WATER CASTLE

Kawasan wisata Taman Sari dahulu merupakan kraton tempat pemandian putrid-putri raja, permaisuri dan selir-selir beliau. Awal dari sejarah Taman Sari sendiri dimulai dari adanya perjanjian Giyanti dimana Pangeran Mangkubumi membangun keraton sebagai pusat pemerintahan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Pangeran Mangkubumi yang kemudian bergelar Sultan Hamengku Buwono I membangun keraton di tengah sumbu imajiner yang membentang di antara Gunung Merapi dan Pantai Parangtritis.

Titik yang menjadi acuan pembangunan keraton adalah sebuah umbul (mata air). Untuk menghormati jasa istri-istri Sultan karena telah membantu selama masa peperangan, beliau memerintahkan Demak Tegis seorang arsitek berkebangsaan Portugis dan Bupati Madiun sebagai mandor untuk membangun sebuah istana di umbul yang terletak 500 meter selatan keraton. Istana yang dikelilingi segaran (danau buatan) dengan wewangian dari bunga-bunga yang sengaja ditanam di pulau buatan di sekitarnya itu sekarang dikenal dengan nama Taman Sari.

tamansari

 

Nah demikianlah wisata budaya Jogja paling hits, anda juga bisa menggunakan jasa sewa mobil jogja dari kami untuk mengunjungi ke 3 tempat tersebut. Bisa menggunakan paket sewa mobil dengan sopir atau paket sewa mobil lepas kunci jika ingin menyetir sendiri

Updated: June 1, 2019 — 6:06 pm
Annisa Transport, Sewa Mobil Jogja